Perjalanan Mendapatkan Beasiswa LPDP – Part 2: Seleksi Substantif

Tulisan ini kelanjutan dari post sebelumnya: Perjalanan Mendapatkan Beasiswa LPDP – Part 1: Seleksi Berkas. Disclaimer: tulisan ini lebih banyak berisi seputar pengalaman pribadi penulis daripada tips dan trick seleksi substantif.


3. Tahap Verifikasi Berkas, Interview, LGD dan Essay On the Spot (Seleksi Substantif)

Rabu, 20 Januari 2016 saya men-submit berkas pendaftaran. Ada jeda waktu sekitar satu setengah minggu antara batas waktu pengumpulan berkas dan pengumuman seleksi administrasi. Waktu tersebut saya manfaatkan untuk mendaftar universitas. Setelah menimbang berbagai hal, pilihan saya jatuh ke data science-nya TU/e. Proses pemilihan dan pendaftaran Insya Allah akan saya tulis dalam tulisan yang berbeda. Singkat cerita, di akhir Januari saya melengkapi proses pendaftaran universitas dan menunggu hasil seleksi LPDP beserta LoA saya kalau memang diterima.

Selasa, 2 Februari 2016 pukul 19.42 WIB e-mail yang ditunggu akhirnya datang. Kira-kira seperti ini bunyinya:

Kepada Yth.

Seluruh Pendaftar Beasiswa LPDP

Di Tempat

Sehubungan dengan telah ditutupnya pendaftaran beasiswa 
LPDP periode seleksi periode I pada tanggal 20 Januari 2016,
bersama email ini kami umumkan terkait hasil seleksi 
administrasi periode pendaftaran kali ini. Untuk yang 
dinyatakan lulus seleksi administrasi daftar nama dapat 
dilihat dalam lampiran email ini (status hasil seleksi 
administrasi juga dapat dilihat pada akun pendaftaran 
online anda).

Bagi yang dinyatakan lulus seleksi administrasi LPDP akan 
mengundang untuk mengikuti seleksi substansi LPDP (wawancara, 
Leaderless Group Discussion (LGD), dan penulisan esai di tempat) 
sesuai dengan jadwal yang ditentukan LPDP. Informasi jadwal 
seleksi substansi akan dikabari menyusul oleh pihak LPDP.

Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Salam,

Tim Beasiswa LPDP

Kemudian saya segera membuka attachment yang ada pada e-mail tersebut. Nama saya ada di list peserta yang lolos tahap seleksi administrasi. Alhamdulilah, satu tahap sudah terlewati. Saatnya untuk mempersiapkan tahap berikutnya: seleksi substantif. Nah, di tahap ini terdapat peraturan yang bikin deg-degan. Dikutip dari FAQ LPDP:


11. Saya pernah gagal dalam proses seleksi administrasi 
atau seleksi wawancara LPDP pada periode sebelumnya, 
apakah saya boleh daftar kembali?

Pendaftar yang gagal pada proses seleksi administrasi 
diperbolehkan mendaftar kembali beasiswa LPDP pada 
periode berikutnya. Adapun pendaftar yang tidak lulus 
seleksi wawancara masih memiliki 1 (satu) kali kesempatan 
kembali melakukan pendaftaran beasiswa atau maksimal hanya 
2 (dua) kali mengikuti seleksi wawancara. Apabila kembali 
gagal pada proses seleksi wawancara maka pendaftar tersebut 
sudah tidak berhak kembali mendaftar beasiswa LPDP.

Bukannya bemaksud untuk nakut-nakutin, kenyataannya seperti itu. Kita hanya diberikan 2 (dua) kali kesempatan wawancara. Saya pun dulu juga deg-degan saat akan masuk ke tahap ini. Karena itu, saya bersiap-siap dengan lebih intensif nanya ke orang yang sudah melewati tahap ini sekaligus searching pertanyaan apa saja yang kira-kira akan ditanyakan. Satu hari berselang, saya mendapat e-mail mengenai apa yang harus saya lakukan saat hari-H seleksi substantif, apa saja yang harus dibawa dan pembagian jadwal seleksi. Berikut kira-kira informasi penting yang terdapat di e-mail tersebut:


Sebelum seleksi dilaksanakan, ada beberapa informasi yang ingin kami sampaikan:

  1. Kepada para peserta akan melakukan beberapa tahapan pada hari pelaksanaan seleksi yang harus dilakukan, yaitu :
    1. Mengisi daftar hadir saat pelaksanaan wawancara.
    2. Melakukan verifikasi dokumen ASLI (terlampir dibawah) bukan fotocopy atau hasil scan kepada tim LPDP yang bertugas. Apabila peserta tidak membawa dokumen ASLI saat verifikasi dokumen maka tidak diperkenankan mengikuti seleksi wawancara LPDP. Dan apabila juga terbukti melakukan pemalsuan data dan/atau dokumen juga tidak akan diperkenankan mengikuti seleksi wawancara LPDP dan dinyatakan GUGUR.
    3. Seleksi Substansi yang terdiri dari Wawancara, Penilaian Esai dan Leaderless Group Discusssion (LGD) sesuai jadwal masing-masing.
  2. Setiap peserta WAJIB berpakaian rapi dan sopan selama kegiatan berlangsung.
  3. Pada saat peserta memasuki ruang wawancara handphone/alat komunikasi lainnya WAJIB dimatikan.
  4. Perlu kami beritahukan juga bahwa, seluruh biaya tiket perjalanan dan akomodasi menjadi tanggungan pribadi peserta.
  5. Pelaksanaan seleksi akan dilakukan selama 2-3 hari, dan setiap hari akan dimulai jam 08.00 WIB atau 08.00 WITA (sesuai lokasi seleksi masing-masing). Setiap peserta HANYA WAJIB hadir sesuai dengan jadwal hari masing-masing kegiatan seleksi (Verifikasi, Wawancara, LGD dan Esai). Peserta diharapkan ada di ruang kegiatan 60 menit lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Adapun dokumen-dokumen yang dibawa saat pelaksanaan verifikasi sbb:
  • Program BPI Magister dan Doktoral
    1. Kartu Peserta Seleksi : dapat dicetak di aplikasi pendaftaran.
      Tambahan: Apabila pasfoto tidak tercetak dalam sistem dapat ditempelkan pasfoto setelahkartu peserta dicetak
    2. Formulir Pendaftaran Beasiswa LPDP, dapat diunduh di aplikasi pendaftaran
    3. Kartu Tanda Penduduk Asli (KTP)
      Tambahan: apabila KTP hilang atau kadaluwarsa WAJIB melampirkan keterangan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)
    4. Ijazah Asli — (jenjang studi terakhir)
      1. Apabila ijazah ditahan oleh sebuah institusi, bisa dibuktikan dengan surat keterangan dari institusi tersebut bahwa ijazah sedang ditahan.
      2. Apabila ijazah hilang, bisa dibuktikan dengan surat keterangan dari Perguruan Tinggi/Kepolisian.
    5. Transkrip Nilai Akademik Asli — (jenjang studi terakhir)
      Tambahan : Apabila anda lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri WAJIB melampirkan konversi IPK menjadi skala 4, adapun untuk konversi IPK dapat dilakukan di
      http://www.foreigncredits.com/Resources/GPA-Calculator/
      Hasil konversi IPK di-print dan WAJIB dibawa saat verifikasi dokumen.
    6. Sertifikat Bahasa Asing Asli dan MASIH BERLAKU (TOEFL/IELTS/Sertifikat Bahasa Lainnya) sesuai dengan yang diupload pada aplikasi pendaftaran;
      – TOEFL ITP® : dalam bentuk sertifikat dan atau Score Report asli bukan fotokopian atau scan
      – TOEFL iBT® : dalam bentuk sertifikat (jika ada) dan WAJIB menunjukkan login pada akun MyTOEFL iBT® di situs ETS, bukan fotokopian atau scan
      – IELTS® : dalam bentuk sertifikat dan bukan fotokopian atau scan.
      – TOEIC® : dalam bentuk sertifikat dan bukan fotokopian atau scan.
      – Sertifikat Bahasa Lain : hanya berlaku untuk tujuan negara dari sertifikat bahasa yang dia gunakan. Contoh : Sertifikiat Bahasa Jerman hanya untuk ke negara Jerman, bukan Inggirs ataupun Amerika ataupun lainnya.
      – Lulusan Perguruan tinggi luar negeri yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan.
      Catatan : Sertifikat bahasa tidak dapat diganti dengan surat keterangan kehilangan.
    7. Rencana Studi
    8. Proposal Penelitian (khusus program doktoral)
    9. Surat Pernyataan (Sesuai format LPDP) saat pendaftaran online (bermaterai)
    10. Surat Ijin/ Tugas Belajar dari atasan (bila sudah bekerja),
    11. Surat Rekomendasi dari Tokoh (Sesuai format LPDP)
    12. Letter of Acceptance (Bila sudah ada)
      Tambahan : Khusus untuk peserta dengan tujuan Perguruan Tinggi Luar Negeri apabila sudah memiliki LoA, baik Conditional LoA maupun Unconditional LoA WAJIB membawa Print out LoA dan bukti korespondensi dengan Perguruan Tinggi Tujuan dalam bentuk screen capture email antara pendaftar dengan pihak Perguruan Tinggi tujuan.
    13. Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba dan ditambahkan Surat Keterangan Sehat Bebas dari Tuberculosis (TBC) bagi yang ingin studi ke luar negeri. Semua Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah
      Tambahan : Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba adalah syarat WAJIB bagi pendaftar baik yang studi dalam negeri maupun luar negeri.
      Surat Keterangan Sehat Bebas TBC adalah syarat WAJIB untuk pendaftar studi ke luar negeri
    14. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Cukup jelas mengenai apa yang harus dilakukan saat hari-H beserta berkas apa saja yang harus dibawa. Setelah itu terdapat lampiran mengenai pembagian tanggal beserta lokasi tes perseorangan. Terdapat 8 lokasi dan waktu seleksi substantif:

  • 10-12 Februari 2016. Student Center STAN, Jakarta (Bintaro)
  • 10-12 Februari 2016. Gedung Keuangan Negara, Bandung
  • 17-19 Februari 2016. Student Center STAN, Jakarta (Bintaro)
  • 17-19 Februari 2016. Gedung Keuangan Negara, Yogyakarta
  • 24-26 Februari 2016. Gedung Keuangan Negara, Surabaya
  • 24-26 Februari 2016. Gedung Keuangan Negara, Makassar
  • 24-25 Februari 2016. Gedung Keuangan Negara, Medan
  • 1-2 Maret 2016. Balikpapan

Penentuan lokasi tes sesuai dengan pilihan kita saat memilih lokasi wawancara di tahap seleksi administrasi/berkas. Sedangkan penentuan tanggal ditentukan oleh pihak LPDP. Saya sendiri mendapat jadwal tes tanggal 17-19 Februari 2016 di Student Center STAN, Jakarta (Bintaro). Yang perlu diperhatikan di sini adalah: waktu terpendek yang dimiliki peserta untuk mempersiapkan berkas yang harus dibawa dari waktu pengumuman adalah 8 hari! Oleh sebab itu, siapkan berkas yang akan dibawa jauh-jauh hari, terutama SKCK. Tanggal seleksi di setiap site memang 2-3 hari, tapi kita tidak diwajibkan datang full di semua hari, hanya pada saat tanggal dan jam yang diberitahukan lebih lanjut oleh LPDP. Dua hari setelah pembagian site wawancara, akan ada e-mail undangan seleksi beasiswa LPDP. Ini mungkin akan penting bagi instansi yang membutuhkan bukti undangan formal dalam mengajukan cuti.

H-3 seleksi substantif akan ada e-mail detail apa saja yang harus dilakukan saat hari seleksi beserta detil pembagian waktu seleksi perseorangan dan pembagian kelompok wawancara, essay on the spot dan leaderless group discussion (LGD). Biasanya nih, setelah e-mail ini keluar, akan ada friend request baru di Facebook atau invite-an buat join grup di LINE. Tujuannya biar saling kenal duluan sama teman sekelompok LGD nanti (dan biasanya buat diskusi seputar LGD, eg: topik yang lagi kira-kira potensial keluar sama latihan diskusi pakai contoh kasus). Tapi saya adhem ayem aja, ga ada request di FB atau LINE. Jadi ya sudah lah, kalo LGD ama essay saya usahanya baca-baca isu terkini saja yang lagi hangat di media massa.


Kamis, 18 Februari 2016, hari seleksi telah tiba. Saya datang pukul 07.30, satu setengah jam lebih awal dari jadwal pertama saya untuk hari itu: verifikasi berkas. Waktu lebih awal saya gunakan untuk kenalan dengan peserta yang juga datang pagian. Mengakrabkan diri lah, siapa tau ketemu teman sekelompok LGD. Saya menunggu di spot antrian essay karena saya pikir hanya ada satu spot tempat untuk seleksi. Waktu sudah pukul 09.00 tapi antrian peserta belum banyak, padahal sudah waktunya saya melakukan verifikasi. Karena penasaran, saya coba jalan ke sisi lain gedung dari tempat saya menunggu dan ternyata sudah banyak peserta yang duduk di antrian verifikasi dan wawancara! Saya salah tempat untuk nunggu selama satu setengah jam terakhir. Karena sudah memasuki waktu saya untuk daftar ulang, saya segera mengisi daftar hadir dan duduk untuk menunggu dipanggil petugas verifikasi berkas.

3.1 Verifikasi Berkas Pendaftaran

Begitu nama saya dipanggil, saya menuju ke meja verifikasi yang sudah ditentukan. Ke-13 berkas (minus proposal penelitian) sudah saya siapkan dalam map. Proses verifikasi tidak memakan waktu lama, kira-kira 5-10 menit. Di meja registrasi, semua berkas kita akan dicek kelengkapannya dan petugas verifikasi akan mencontreng berkas yang lengkap (dan asli) di kartu peserta yang kita bawa. Saya kurang tahu akibatnya apabila kita tidak membawa berkas yang asli. Yang pasti, waktu verifikasi akan memakan waktu yang lama, seperti peserta yang duduk di sebelah meja registrasi saya. Kalau tidak salah dia bawa fotokopi ijazah tanpa ada surat keterangan mengenai ijazah asli ybs. Petugas akhirnya harus berkonsultasi dengan panitia seleksi mengenai status peserta tersebut. Saya sendiri tidak tahu bagaimana akhirnya, apakah peserta tersebut masih boleh lanjut seleksi atau tidak.

Oh ya, bagi peserta yang menggunakan TOEFL iBT seperti saya, kita harus login ke web ETS lewat laptop yang sudah disiapkan panitia dan menunjukkan skor kita. Mungkin karena panitia sudah maklum ya untuk iBT banyak yang tidak bawa sertifikat asli karena surat dari ETS telat sampai ke peserta. Sertifikat saya untungnya sampai sebelum hari-H seleksi, tapi saya tetap harus menunjukkan nilai TOEFL iBT saya di web ETS. Kemudian untuk surat pernyataan yang kita tandatangani di atas materai, akan disimpan oleh pihak LPDP.

3.2 Wawancara

Menurut jadwal yang tercantum di e-mail, saya masih memiliki kira-kira 4,5 jam dari waktu seleksi berikutnya: wawancara. Saya menunggu sambil mengingat beberapa pertanyaan yang muncul di interview-interview sebelumnya. Tapi baru 3 jam saya menunggu, nama saya sudah dipanggil untuk wawancara. Tips: ada baiknya kita standby di tempat seleksi 1-2 jam sebelum jadwal sesungguhnya. Kadang nama kita dipanggil lebih awal dari jadwal semestinya karena banyak peserta yang belum datang sehingga mereka di-skip.

Saya segera memasuki aula student center STAN begitu nama saya muncul di layar. Yang saya bawa ke dalam ruangan hanya map yang berisi semua berkas yang sudah terverifikasi. Handphone dan alat komunikasi lain dilarang dibawa ke ruang wawancara. Begitu saya membuka pintu, ternyata aula sudah disulap jadi hall dengan puluhan meja dan kursi wawancara beserta para interviewer dan interviewee. Saya segera mencari meja nomor 6, sesuai yang tertera di layar.

Sudah terdapat 3 interviewer yang menanti saya di meja wawancara. Penting: beri salam (salam secara umum, seperti: selamat pagi, selamat siang) kepada interviewer dan jangan duduk sebelum dipersilakan interviewer. Ingat selalu berlaku sopan selama proses seleksi. Setelah duduk, kemudian para interviewer memperkenalkan diri. Terdapat 3 pewawancara yang terdiri dari 2 professor dari bidang yang terkait dengan pilihan bidang saat kita mendaftar dan 1 orang psikolog. Saya sendiri mendapat interviewer di bidang science, spesifiknya computer science sesuai dengan pilihan bidang yang saya tuju. Durasi wawancara menurut jadwal adalah 45 menit (bisa lebih, bisa juga kurang). Masing-masing interviewer akan memberikan pertanyaan kepada kita selama 15 menit secara bergantian.

Pertama-tama interviewer akan mempersilakan kita untuk memperkenalkan diri, seperti: nama, asal, latar belakang pendidikan dan universitas yang dituju. Kemudian bagian yang paling seru, dimana kita akan ditanyai banyak hal dan menjawabnya dalam bahasa Inggris. Dari kedua interviewer yang mewawancarai saya, beberapa pertanyaan yang saya ingat di antaranya:

  • Kenapa memilih negara tersebut untuk melanjutkan studi?
  • Kenapa memilih universitas dan jurusan tersebut?
  • Apa yang membuat Anda berbeda dari pelamar yang lain?
  • Apa manfaatnya studi Anda bagi bangsa?
  • Apa perbedaan dengan kuliah di dalam negeri? (eg: mata kuliah apa saja yang tidak ada di kurikulum dalam negeri)
  • Sudah punya LoA?

Ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan ke peserta lain tapi tidak di saya, seperti:

  • (Kalau misal kita beda jurusan dengan studi yang diinginkan) Apa yang membuat Anda yakin Anda bisa survive di perkuliahan yang notabene bidang baru bagi Anda nanti?
  • Skripsi Anda tentang apa? Apakah ada hal baru yang Anda propose atau implementasi apa yang ada dalam tulisan tersebut?  (Dan pertanyaan lebih detail seputar topik skripsi Anda.)

Oh ya, kedua interviewer sudah terlebih dahulu membaca CV dan essay tahap seleksi administrasi. Jadi bisa saja akan muncul pertanyaan seputar essay dan CV Anda. Sedangkan untuk pertanyaan dari psikolog lebih bertujuan untuk mengeksplor pribadi kita.  seperti:

  • Apa kelemahan terbesar Anda?
  • Pernah jauh dari rumah?
  • Bagaimana cara Anda beradaptasi di negara yang dituju?
  • Apa rencana setelah selesai studi?
  • Apa mimpi terbesar Anda?
  • Bagaimana orang lain melihat pribadi Anda?
  • Coba jelaskan deskripsi pekerjaan Anda sesuai yang ada di CV.

…hingga pertanyaan yang bersifat personal! XD

  • Berapa pendapatan per bulan dari pekerjaan Anda?
  • Sudah punya pacar belum?
  • Ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat ini?

Berhubung saya ga tau jawaban yang tepat harusnya seperti apa jadi cuma saya list pertanyaannya saja, silakan dipersiapkan jawabannya misalkan ditanyakan lagi.

3.3 Essay On the Spot

Pada hari kedua seleksi, saya mendapat  jatah essay on the spot pada pukul 08.50-09.20. Saya sendiri lebih prefer jadwal seleksi 2 hari daripada harus selesai dalam 1 hari karena bisa lebih fresh dan terfokus untuk setiap tahap seleksi di masing-masing hari. Saya datang pukul 07.30 (lagi) karena ga ingin kejebak macet.

Tiba saatnya kelompok saya dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan. Kami berbaris terlebih dulu untuk dicek apakah sudah lengkap semua anggotanya atau belum. Begitu semua kelompok lengkap, kami masuk ke ruangan yang terletak satu lantai di atas hall interview. Tempat duduk dan meja untuk sudah dipersiapkan untuk masing-masing peserta. Satu meja hanya berisi satu orang.

Terdapat dua pilihan topik yang harus kita tulis sebagai essay. Pilihan saya waktu itu adalah tax amnesty dan plastic bag charge. Saya lupa kalimat topiknya persisnya seperti apa, tapi ya kira-kira kita harus mengutarakan opini kita (lebih bagus apabila ada fakta) seputar tax amnesty dan charge untuk setiap penggunaan kantong plastik baru saat belanja, apakah justifiable dan sebagainya. Saya memilih topik kedua karena saya ga prepare materi tax amnesty. Oh ya, essay ini ditulis dalam bahasa Inggris.

Jujur ini tahap seleksi yang hopeless bagi saya karena ga ada persiapan apa-apa. Saya menulis essay dimulai dari latar belakang seputar mengapa plastik tidak baik untuk lingkungan kemudian dilanjutkan dengan breakdown kontributor sampah plastik terbesar (untung pernah baca) dan diakhiri dengan justifikasi dan urgensi kebijakan memberlakukan denda untuk setiap penggunaan kantong plastik, utamanya di sektor retail. Belum sampai menulis justifikasinya, waktu tinggal 5 menit, alhasil saya nulis seadanya. Waktu untuk menulis essay (kalau tidak salah) 30 menit. Rencanakan pembagian waktu penulisan essay kalian lebih matang! 

Ada baiknya jangan seperti saya untuk tahap ini. Selalu prepared dalam topik terhangat dan buat poin-poin critical yang akan disampaikan di essay seperti yang dicontohkan di blog ini (btw saya juga nemu tulisan yang bagus dari penulis blog tersebut seputar pengalamannya mendapatkan beasiswa termasuk di dalamnya: planning seleksi beasiswa,  gambaran proses seleksi LPDP, dll. bisa dibaca di sini).

3.4 Leaderless Group Discussion

Move on ke seleksi berikutnya: LGD. Jadwal saya adalah pukul 09.30 – 10.20, berarti ada jeda waktu 10 menit dari seleksi essay. Waktu 10 menit ga banyak yang saya lakukan, yang pasti nenangin diri dulu dan fokus karena ngerasa seleksi essay udah ga ada harapan. Setelah agak tenang, saya ikut ngumpul kelompok LGD saya dan kenalan biar hafal nama teman sekelompok saya. FYI, dalam LGD nanti ga ada fase perkenalan anggota, langsung diskusi.

Pukul 09.30 tepat, kami masuk ke ruangan. Di dalam ruangan terdapat satu buah meja bundar beserta (beserta kursi tentunya) untuk semua anggota kelompok. Ada dua pengamat (kemungkinan besar psikolog) juga yang akan memantau diskusi LGD. Posisi duduk juga sudah dipersiapkan oleh kedua pengamat. Setelah itu, pengamat akan membacakan peraturan LGD. Sepanjang diskusi nanti, pengamat hanya bertugas untuk mengingatkan waktu diskusi tinggal 10 menit. Setelah membacakan peraturan, pengamat membagikan bacaan yang akan menjadi topik diskusi LGD.

Durasi 50 menit selama LGD terbagi menjadi dua bagian, 5 menit pertama digunakan untuk membaca bacaan yang sudah dibagikan dan sisanya untuk berdiskusi. Tema yang saya dapat adalah mass exodus of chinese worker to Indonesia. LGD, sesuai namanya: leaderless, merupakan diskusi yang tidak dipimpin oleh seseorang. Dalam LGD, diharapkan setiap anggota berkontribusi namun tidak ada yang mendominasi. Satu kelompok LGD biasanya sekitar 10 orang.

Setelah selesai membaca, ada satu orang dari kelompok kami yang membuka diskusi. Untuk alokasi waktu saat saya LGD adalah: setiap orang kira-kira mendapat kesempatan berbicara 4 menit dan ditutup dengan doa kesimpulan sekitar 5 menit. Urutan orang yang berbicara juga bebas, bisa acak atau berurutan. Yang perlu diperhatikan adalah: jangan menyela pembicaraan orang lain dan perhatikan apa yang orang lain sampaikan (jangan terlihat tidak antusias ketika orang lain berpendapat). Jangan sampai berbicara terlalu banyak (rule of thumb-nya maksimal 2 kali) agar tidak mendominasi diskusi.

Kesimpulan yang disampaikan di akhir diskusi berisi poin-poin apa saja yang sudah disampaikan oleh masing-masing peserta diskusi. Kalau di LGD saya, ini disampaikan oleh 1 orang saja. Oh ya, setiap argumen ga harus dihafalkan karena kita diperbolehkan mencatat selama diskusi.


Kira-kira begitulah proses seleksi yang saya jalani. Tiga minggu setelahnya, tanggal 10 Maret 2016, e-mail hasil seleksi telah saya terima. Alhamdulilah saya dinyatakan lulus. Masih ada satu tahap lagi yang harus dilalui untuk resmi mendapatkan status awardee LPDP yaitu: pra-PK dan PK. Kisah pra-PK dan PK Insyaa Allah akan saya bagi di tulisan selanjutnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s